What do you want - part 3



Dia terlihat semakin gugup. Berkedip dengan cepat. Membuatku semakin ingin cepat-cepat pergi. Tapi, jika aku pergi maka aku tidak akan tahu apa yang mau Andi sampaikan. Aku mengambil napas kasar. Aku harus siap menghadapinya. Kuatku pada diri sendiri.

''Gue tau mungkin ini mengejutkan buat lo, gue tau kalo ini tiba-tiba buat lo, gue juga tau kalo ini mustahil bagi lo. Tapi, tapi asal lo tau aja kalo... '' Andi berhenti untuk melihatku dan menarik napas dalam.

''Kalo gue suka sama lo.'' Seketika mataku langsung terbelalak kaget setelah mendengar ucapannya.

Andi mengatakannya dengan nada yang serius. Juga tatapan mata yang bilang kalau dia memang tidak sedang bercanda. Dan, apa tadi. Apa yang telingaku dengar barusan adalah sungguhan. Dan apa Andi juga memiliki perasaan yang sama sepertiku. Aku masih tidak percaya Andi akan berkata seperti itu. Hatiku sangat bahagia mendengarnya. Tapi otakku masih terus bertanya apakah semua ini memang kenyataan.

''Ba... bagaimana bisa ?'' gugupku bertanya.

Andi hanya mendengus. ''Lo pikir gue nggak tau kalo lo juga suka sama gue'' katanya yang di akhiri dengan senyum manis.

Tubuhku semakin menegang setelah sebelumnya mendengar dia menyatakan perasaannya. Bagaimana ini bisa terjadi. Dari mana dia tahu. Pikiranku terus bertanya-tanya. 

''Udah lo nggak usah mikir yang aneh-aneh. Sekarang gue udah ngomong ke lo dan itu udah bikin gue lega. Sekarang gue cuman berharap kalo lo nggak ngelak lagi sama perasaan lo sendiri ke gue.''

Bolehkah jika aku tersenyum padanya dan bilang kalo gue nggak bakalan mengelak lagi. Karena inilah yang aku tunggu. 

Aku merasakan tanganku hangat oleh genggaman. Dan saat aku menatap Andi, dia tersenyum manis padaku. Aku pun membalas senyum padanya. 

''Gue nggak bakal ngelak lagi kok.'' bicaraku sambil menumpukkan telapak tanganku di atas genggaman tangannya.

Andi membeku setelah aku menjawab pernyataannya. Mungkin dia masih berpikir aku tidak akan menjawab perkataannya tadi. Tetapi apa, aku memberanikan diri untuk mendeklarasikan diri bahwa mulai saat ini aku akanmemperjuangkan apa yang hatiku inginkan. Dan, hatiku menginginkan untuk melihat tanganku di genggam seperti ini. Ingin melihat senyum orang aku sayangi setiap hari. Ingin merasakan hati ini menghangat oleh sikap manis dari orang yang aku sukai. Dulu memang aku bersikeras untuk sembunyi tapi sekarang tidak. Ini adalah saatnya bagiku untuk mendapatkan sesuatu yang selama ini aku simpan dalam-dalam.

Andai aku memberitahu pada kedua sahabatku itu, apakah mereka akan ikut merasa bahagia. Jika, mendapat kabar bahwa selama ini teman bebal mereka cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Baiklah rasanya aku ingin melihat mereka berjingkrak setelah mendengarku.

''Kamu melamun?'' tanya Andi tiba-tiba menyadarkanku. 

''Eh... kamu?'' heranku. Sebenarnya aku tidak melamun. Hanya menikmati suasana yang tercipta.

Andi mengulum senyum melihatku. ''Emang harus sekarang pake lo gue terus?'' katanya yang di sertai nada geli.